Bisnis Cantik Oriflame

Kecantikan dan bisnis kecantikan adalah dua hal yang saling berkait dan merupakan dua hal yang tidak pernah terlepas dari keseharian seorang perempuan. Dalam bisnis kecantikan kita dapat berperan sebagai pengguna/konsumen -cukup puaskah hanya sebagai pengguna?- dan juga sebagai pemain -pebisnis- sehingga kita mempunyai penghasilan sendiri dari bisnis kita.

Sebuah kata yang identik dengan kecantikan adalah kosmetik. Kosmetik merupakan kebutuhan harian yang secara teratur digunakan untuk tujuan perawatan dan kecantikan. Karena sifat pemakaiannya itulah maka kosmetik yang kita pilih haruslah yang aman. Keamanan sebuah kosmetik salah satunya ditentukan oleh bahan baku yang dipakai dalam pembuatannya.

Kosmetik yang dibuat dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan seminimal mungkin bahan-bahan sintetis relatif aman dipakai, hal ini disebabkan alam telah menyediakan seluruh kebutuhan manusia dan sesuai dengan sifat dasar manusia. Dengan penggunaan bahan baku dari tumbuhan juga menghilangkan keraguan kita dalam hal kehalalan suatu produk, ini pun menjadi satu poin penting.

Perusahaan kosmetik yang memiliki reputasi yang baik akan selalu berusaha menggunakan bahan baku yang aman, pengolahan yang terstandardisasi dan tidak lupa melakukan pendaftaran produknya kepada badan regulasi, untuk di Indonesia adalah pendaftaran ke Badan POM. Mengapa pendaftaran ke badan POM menjadi satu poin penting? Karena dalam proses pendaftarannya produsen harus memberikan informasi secara jelas seluruh bahan baku yang digunakan, sumber bahan baku tersebut, prosedur pembuatan kosmetik serta fasilitas/alat yang dimiliki oleh produsen yang dipakai dalam proses produksinya.

Jadi dapat terbayang kan bedanya suatu kosmetik yang memiliki nomer pendaftaran dan yang tidak, yang terbayang jika kosmetik tidak didaftarkan adalah pertama bahan bakunya tidak melalui proses evaluasi kelayakan pakai oleh badan yang berwenang, proses pengolahan mungkin tidak terstandar yang bisa menyebabkan mutu produk dari satu waktu produksi ke waktu yang lain tidak sama dan apakah produsen memang memiliki fasilitas produksi yang memadai? Karena fasilitas menentukan kualitas produk juga misal dalam hal kebersihan produk.

Artikel terkait :

Comments are closed.