Cerita Tentang Batuk Pilek karena Virus

Category : Perawatan Anak

Ini cerita tentang Ravee yang bulan Desember ini lagi tumbuh gigi dan juga batuk pilek karena virus :

  1. Tanggal 2 Des sore setelah selesai mandi sore dan makan, menjelang maghrib badan Ravee mulai anget, dan udah diem gak ceria lagi, maunya digendong dan ditimang, malamnya tidur gelisah dan sebentar-sebentar nangis, baru diem kalo digendong sambil mondar-mandir dalam rumah dan mulai dikasih parasetamol drop untuk mengurangi rasa sakitnya. Sukses gak tidur malem ini.
  2. Tanggal 3 Des, kondisi sama, makan gak terlalu nafsu, gak doyan susu UHT, balik ke formula. Ngalah deh…dari pada dia muram banget. Minum air putihnya banyak, diselingi dikasih perasan air jeruk baby. Parasetamol drop dikasih terus tiap 6 jam sekali. Malemnya masih rewel dan susah tidur dan minta digendong mondar-mandir.
  3. Tanggal 4 Des, masih demam naek turun tapi saya tinggal ke Oriflame dulu, gak pa pa ya nak, udah ada janji soalnya sama ini kan hari TUPO Continue Reading

Say ‘NO’ to Puyer

Category : Info, Perawatan Anak

Masih ada yang terima puyer saat berobat ke dokter? Saya masih, dalam tempo 4 bulan yang lalu saya masih terima, dan gak timbul pikiran untuk mengkritisi si puyer ini sendiri. Saat itu alasan yang dikemukan dokter adalah untuk memberi obat dalam satu kali pemberian saja, supaya si anak tidak trauma dengan pemberian obat yang berkali-kali. Saya mengamini saja, karena pernah belajar dan praktek sendiri pembuatan puyer dan belajar juga alasan di balik penyediaan si puyer tadi.

Satu dari banyak alasan pemberian obat dengan melalui puyer adalah karena tidak tersedianya sediaan obat dengan dosis yang sesuai dengan tubuh kecil si pasien yang dihitung berdasar berat tubuhnya. Alasan itu sesuai untuk jaman dulu, sewaktu obat-obatan dengan dosis kecil untuk pasien anak-anak belum banyak tersedia, sehingga mau tidak mau untuk menyesuaikan dosis dari dosis dewasa, obat dibagi-bagi menjadi dosis yang lebih kecil melalui penghancuran dan penghalusan atau pengenceran. Tapi jaman sekarang obat dengan dosis untuk anak-anak dan bahkan bayi pun banyak tersedia di pasar, kalo untuk obat di apotik yaa….

Alasan kedua dari banyak alasan adalah seperti yang dikemukakan sama dokternya anak-anakku, untuk memberi obat mujarab dalam sekali suapan aja. Walah… sebenarnya ada gak sih obat yang semujarab itu? Continue Reading

Batuk Pilek Tidak Perlu Obat

Category : Info, Perawatan Anak

Setelah ikut 4 sesi Pesat 10 tahun ini, ada tambahan ilmu yg sebenarnya penting untuk dipahami semua orang tua, agar orang tua gak gampang panik dan gak jadi konsumtif belanja obat dengan alasan sayang anak. Jadi kepikiran sendiri, aku yang pernah belajar tentang obat-obatan masih terjebak panik saat anak sakit. Dengan berpegang pada fakta bahwa obat adalah racun dan hanya dosis yang membedakannya, aku selalu berusaha menghindari penggunaan obat kecuali kalo sudah gak ada pilihan lain.

Contoh kasus, waktu anak demam, aku gak kasih Parasetamol selama suhu badannya masih di bawah 38 derajat dan anak belum rewel, lemas atau gak mau makan. Selang tiga hari pilek dan batuk dengan ingus warna ijo. Kondisi ini udah bikin aku ngambil keputusan untuk ke dokter, karena dari pendapat yg beredar kalo ingus udah ijo berarti ada infeksi dan udah butuh antibiotik, jelas dokter akan ngasih antibiotik, karena antibiotik dianggap obat dewa dan pengen dapet cap dokter jempol.

Penyelesaian kasus di atas keliru. Batuk dan pilek penyebabnya virus dan virus gak dibunuh pake antibiotik tapi antivirus, eiiit…. jangan buru-buru minta antivirus sama dokter tapinya, karena sebenarnya obat mujarab infeksi virus adalah daya tahan tubuh sendiri dan bantuan dari luar untuk menambah daya tahan tubuh adalah banyak minum dan makan makanan bergizi. Continue Reading

Tips Penggunaan Susu UHT

Category : Info, Perawatan Anak

Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan dalam lemari es. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi akibat bocornnya kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam, karena selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan agak kental.

(Nara sumber: Prof Dr Ir Made Astawan MS)

Artikel terkait :