Posted by sibunda | Posted on 27-12-2010
Category : Perawatan Anak
Tags: apoteker, info obat, Sharing
Ini cerita tentang Ravee yang bulan Desember ini lagi tumbuh gigi dan juga batuk pilek karena virus :
- Tanggal 2 Des sore setelah selesai mandi sore dan makan, menjelang maghrib badan Ravee mulai anget, dan udah diem gak ceria lagi, maunya digendong dan ditimang, malamnya tidur gelisah dan sebentar-sebentar nangis, baru diem kalo digendong sambil mondar-mandir dalam rumah dan mulai dikasih parasetamol drop untuk mengurangi rasa sakitnya. Sukses gak tidur malem ini.
- Tanggal 3 Des, kondisi sama, makan gak terlalu nafsu, gak doyan susu UHT, balik ke formula. Ngalah deh…dari pada dia muram banget. Minum air putihnya banyak, diselingi dikasih perasan air jeruk baby. Parasetamol drop dikasih terus tiap 6 jam sekali. Malemnya masih rewel dan susah tidur dan minta digendong mondar-mandir.
- Tanggal 4 Des, masih demam naek turun tapi saya tinggal ke Oriflame dulu, gak pa pa ya nak, udah ada janji soalnya sama ini kan hari TUPO Continue Reading
Posted by sibunda | Posted on 17-11-2010
Category : Info
Tags: apoteker, info obat
Sakit mata bulan Oktober yang lalu gak saya kira bakal selama itu untuk pulihnya, dimana saya cuti sakit 8 hari kerja, dan harus konsultasi ke dokter sampai 3 kali kunjungan yang artinya mahal di ongkos dokter dan biaya obat hiks.
Sakit mata dalam istilah kedokteran disebut conjunctivitis, dari kata dasar conjuctiva yang artinya membran tipis transparan yang melapisi bola mata, dan conjunctivitis ini biasa juga disebut ‘pink eye’ yang berarti kondisi inflamasi conjunctiva yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, reaksi alergi dan juga karena pemakaian lensa kontak dalam waktu lama.
Mata saya sendiri gampang menjadi pink tua alias merah kalo kena AC Continue Reading
Posted by sibunda | Posted on 25-02-2010
Category : Info
Tags: info obat
Bagaimana nasib obat generik? Disaat harga bahan baku yang melonjak tinggi, insentif untuk industri farmasi yang memproduksi obat generik juga ditiadakan, apakah obat generik akan tetap bisa diproduksi untuk mengkover kebutuhan masyarakat kebanyakan? Ataukah biaya kesehatan harus tetap mahal seperti sekarang ini?
Masyarakat pada umumnya sudah mengalami pembentukan persepsi obat branded sebagai obat paten, dan rela membayar mahal mendekati harga produk paten demi sebuah tagline iklan yang konsumen sendiri pun tidak tahu kebenarannya. Pemerintah ingin memasyarakatkan produk obat generik, tapi apalah daya masyarakat kebanyakan karena obat bukanlah produk pilihan bebas, hampir seluruhnya dipilihkan oleh dokter setelah melakukan konsultasi kesehatan melalui secarik resep dengan tulisan tangan yang nyaris tidak terbaca kecuali oleh petugas apotek yang kebanyakan juga bukan apoteker tapi paling tidak asisten apoteker (pertanyaan : kemana apotekernya?)
Kalaupun ada anggota masyarakat yang sudah paham untuk memilih produk generik, apakah dokter akan setuju saja untuk menulis nama obat generik dalam resepnya? Belum tentu juga. Atau, dokter setuju untuk menuliskan nama obat generik, saat di apotek petugas apotek malah bingung karena mereka tidak memiliki stok obat generik. Aduhai…
Pengalaman umum di masyarakat, dokter tidak mau menuliskan obat generik di resep yang ditulisnya karena tidak yakin akan khasiatnya dibanding obat branded/bermerek (mereka menyebutnya : paten). Masukan bagi para dokter, obat generik tidak kalah mutunya dibanding obat branded, komposisi keduanya sama kok, dan saat riset dan pengembangannya harus langsung dibandingkan dengan produk patennya.
Jika, masyarakat semuanya sudah sadar akan pilihan bebasnya untuk memilih memakai obat generik, tapi produk generik hilang dari pasaran karena industri yang membuatnya tidak mampu bersaing, jadi kontra produktif dong, ada promosi untuk sosialisasi produk generik dan sukses tapi tidak diimbangi dengan perlindungan usaha bagi industri, ya sama aja boong. Industri farmasi bukanlan organisasi non profit, tapi tetap lah membutuhkan profit untuk biaya operasional salah satunya gaji karyawan yang ujung-ujungnya merupakan konsumen kesehatan juga.
Posted by sibunda | Posted on 24-02-2010
Category : Info
Tags: info obat
Stigma obat generik selama ini : murah dan gak berkhasiat. Bener gak sih stigma itu? Adil gak sih obat generik dikasih stigma kayak gitu?
Pabrik Farmasi yang membuat produk obat branded dan produk obat generik memakai komposisi formula sama plek gak ada bedanya untuk produk branded dan generik. Mungkin saja jika tablet akan memakai cetakan dengan grafir yang berbeda atau jika pakai kapsul akan memakai cangkang kapsul yang berbeda warnanya untuk membedakan kedua varian tersebut, bahkan ada kalanya bentuk tablet dan warna kapsul tidak saling dibedakan tapi yang berbeda adalah kemasannya baik itu strip-nya atau dus-nya.
Jadi masih mau bayar lebih mahal untuk obat branded sedangkan esensi produknya sama?
Mengapa produk branded punya harga lebih mahal?
- Pemasaran produk branded (bermerek) kesuksesannya didukung oleh iklan yang gencar
- Kemasan produk branded didesain lebih menarik dibanding produk generik yang kemasannya sudah diatur oleh BPOM
- Ada subsidi dari pemerintah untuk pembuatan produk generik
Produk generik tidak melalui pemeriksaan mutu seperti produk branded, bahkan mungkin gak diperiksa. Wah itu salah besar. BPOM tidak menerbitkan standar ganda untuk produk obat, standarnya cuman satu, bisa dilihat di Farmakope, dan tiap produk obat yang diproduksi harus melewati semua tahap yang dipersyaratkan oleh BPOM.
Jadi, masih mau bayar lebih mahal demi sebuah merek / brand ?