Masih ada yang terima puyer saat berobat ke dokter? Saya masih, dalam tempo 4 bulan yang lalu saya masih terima, dan gak timbul pikiran untuk mengkritisi si puyer ini sendiri. Saat itu alasan yang dikemukan dokter adalah untuk memberi obat dalam satu kali pemberian saja, supaya si anak tidak trauma dengan pemberian obat yang berkali-kali. Saya mengamini saja, karena pernah belajar dan praktek sendiri pembuatan puyer dan belajar juga alasan di balik penyediaan si puyer tadi.
Satu dari banyak alasan pemberian obat dengan melalui puyer adalah karena tidak tersedianya sediaan obat dengan dosis yang sesuai dengan tubuh kecil si pasien yang dihitung berdasar berat tubuhnya. Alasan itu sesuai untuk jaman dulu, sewaktu obat-obatan dengan dosis kecil untuk pasien anak-anak belum banyak tersedia, sehingga mau tidak mau untuk menyesuaikan dosis dari dosis dewasa, obat dibagi-bagi menjadi dosis yang lebih kecil melalui penghancuran dan penghalusan atau pengenceran. Tapi jaman sekarang obat dengan dosis untuk anak-anak dan bahkan bayi pun banyak tersedia di pasar, kalo untuk obat di apotik yaa….
Alasan kedua dari banyak alasan adalah seperti yang dikemukakan sama dokternya anak-anakku, untuk memberi obat mujarab dalam sekali suapan aja. Walah… sebenarnya ada gak sih obat yang semujarab itu? Continue Reading






