Oriflame Opportunity

Category : Bisnis Online

Oriflame opportunityOleh-oleh dari Training Consultant Club di kantor Oriflame beberapa waktu yang lalu adalah tentang belajar untuk menjelaskan Oriflame Opportunity yang disediakan dan ditawarkan untuk semua konsultan Oriflame, khususnya yang ingin mengembangkan karir di sini sebagai pebisnis mandiri dan mendapat penghasilan yang tidak terbatas besarnya, hanya langit yang menjadi batas.

Sebagai konsultan baru dan masih awal dalam menjalankan bisnis ini, tugas yang diberikan oleh Oriflame hanyalah :

  • Menunjukkan katalog sebanyak 20 buah dan mengambil order
  • Berbicara dengan penuh antusias mengenai Oriflame kepada sedikitnya 3 orang tiap hari
  • Merekrut 1 orang setiap minggu Continue Reading

Belajar Punya Bisnis

Category : Bisnis Online

Punya bisnis sendiri dan mencapai kebebasan finansial merupakan impian setiap orang. Coba aja tanya ke setiap kenalan yang dikenal, mau punya bisnis sendiri? Pasti jawabannya ‘mau’ meskipun saat ini yang bersangkutan punya posisi karir, gaji dan fasilitas yang bagus di tempat kerjanya. Tapi begitu ditanya,  “Mau berbisnis apa? Udah siap modal berapa?” cuma sedikit banget yang bisa jawab langsung dan spontan. Bahkan gak sedikit yang balik tanya, “ada gak ya bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil?”.

Bisnis modal kecil ada kok, ikut MLM. Tapi pasti langsung pada ngabur deh kalo dengar kata MLM. Iya kan… ngaku deh, pasti sebagian besar termasuk kategori yang ngabur setelah denger kata MLM atau udah pasang badan duluan kalo diajak bisnis dengan ngomong ‘bisnis apa aja hayo, asal modal kecil dan bukan MLM’. Emang ada jenis bisnis lain yang modalnya kecil tapi bukan MLM? Saya jawab gak ada.

Modal atau investasi di sini berarti uang atau biaya yang kita keluarkan untuk memulai bisnis kita ya. Dalam bisnis MLM, saat kita mendaftar dengan membayarkan sejumlah uang dan kemudian kita dinyatakan resmi menjadi anggota kelompok MLM tersebut, berarti kita secara de facto udah bisa disebut punya bisnis sendiri, selanjutnya mau berkembang, berhasil, atau mundur, mati atau malah layu sebelum berkembang murni kita sendiri yang menentukan, bukan orang lain apakah itu suami/istri, anak, orang tua, apalagi tetangga. Masalah tutup poin yang menjadi keharusan semua MLM bisa dilakukan dengan mencari pelanggan, menjadi 100% pengguna dengan mengalihkan pos belanja, atau bisa juga dengan menganggapnya sebagai investasi lanjutan. Banyak jalan menuju Roma.. eh kesuksesan.

Setelah punya bisnis dan pengennya gak masuk kategori ‘layu sebelum berkembang’ atau ‘berkembang sekali sudah itu mati’, maka diperlukan investasi lebih lanjut. Ibaratnya punya usaha bikin kue, masak udah bikin kue gak dipasarkan? Pemasaran jelas butuh biaya kan, paling sederhana biaya iklan, nyebarin info ke orang lain kalau kita punya jualan kue, bisa melalui bagi-bagi sampel kue, atau sekedar SMS ke teman-teman ‘kalau perlu kue bisa hubungi saya’ atau secara online lewat blog pribadi (butuh biaya internetan). Investasi lebih lanjut dalam bisnis MLM misalnya biaya transport untuk mendatangi calon pelanggan atau calon member (prospek) atau ke kantor distributor (NB biaya transportasi ini bisa sangat besar jumlahnya), biaya telpon untuk menghubungi pelanggan, calon pelanggan, prospek dan juga biaya tutup poin bulanan walaupun ada juga yang beranggapan ini hanyalah pengalihan merek barang yang rutin dipakai alias pengalihan belanja rutin. Selain itu investasi waktu tentunya atau menyediakan waktu khusus untuk mengurus bisnis yang sudah dimulai ini.

Sepertinya poin-poin di atas itu sering dilupakan. Apapun jenis bisnisnya, investasi awal, investasi lanjutan, investasi waktu dan pikiran, semuanya harus disediakan, dikelola dan dioptimalkan sehingga semua hasil yang diperoleh bukan hasil sulapan tapi  memang dari kerja serius dan pintar.

Banyak yang beranggapan bisnis MLM mudah. Anggapan itu ada benarnya, karena bisnis ini merupakan bisnis duplikasi alias bisnis mencontek, dan seluruh cara dan tahap duplikasi atau mencontek sudah disediakan, tinggal dipilih cara yang paling sesuai dengan kondisi kita, baik itu kondisi keuangan ataupun kondisi waktu ataupun kepribadian dan cara kita bersosialisasi. Bisnis ini memang mudah, tapi jangan lupa kerja keras atau kerja smart alias jangan lupa untuk kerja alias ambil tindakan, gak cuma nulis-nulis di atas kertas atau berangan-angan di dalam kepala.

Sudah siap untuk memulai bisnis sendiri? Lakukan secepatnya kalau anda ingin cepat melihat impian anda terwujud, bukan sekedar impian di dalam angan.